Macam-Macam Warna Urine, Kenali Mana yang Normal dan Abnormal

Warna urine normal dan abnormal bisa terlihat dari macam-macam warnanya. Mulai dari transparan, kuning, merah, sampai cokelat. Seperti apa warna yang normal?

close-summary

warna urine normal dan abnormal

Warna urine bisa menjadi tanda kondisi kesehatan tertentu

Table of Content

Tahukah Anda kalau warna urine bisa menggambarkan kondisi kesehatan tubuh Anda? Mengetahui warna urine yang normal dan tidak bisa membantu Anda lebih waspada terhadap kesehatan.

Advertisement

Semakin gelap warna urine bisa menjadi tanda kurangnya asupan cairan atau bahkan penyakit tertentu.

Berbagai macam warna urine

Urine atau air seni terdiri dari campuran air, elektrolit, dan hasil pembuangan yang disaring ginjal. Warna urine dapat bervariasi, tergantung dari makanan, minuman, hingga jenis obat yang Anda konsumsi.

Pigmen urine disebut sebagai urochromeMayo Clinic menjelaskan, warna urine normal berkisar dari kuning pucat hingga kuning tua. Berikut adalah macam-macam warna urine yang perlu Anda ketahui, seperti:

1. Bening (transparan)

Warna urine jernih, bening, atau tidak berwarna menunjukkan bahwa Anda telah minum air putih lebih banyak dari jumlah yang direkomendasikan setiap hari. Ini terbilang ideal karena tandanya tubuh Anda terhidrasi dengan baik.

Meski begitu, warna urine yang jernih ini bisa mengurangi kadar garam dan elektrolit yang Anda butuhkan. Jadi, kalau sudah melihat warna urine yang seperti ini sebaiknya Anda tidak terus-menerus minum air putih secara berlebihan.

Namun, jika merasa tidak minum banyak tapi warna urine transparan, waspada akan tanda diabetes atau gangguan hati seperti sirosis dan hepatitis. Normalnya, dalam sehari Anda sebaiknya minum sebanyak 2 liter atau 8 gelas.

2. Kuning pucat atau kuning tua

Warna urine kuning pucat hingga kuning tua juga masih tergolong normal dan sehat. Ini juga menandakan tubuh terhidrasi dengan baik.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, urine umumnya berwarna kuning. Ini terjadi karena adanya urochrome, pigmen yang secara alami diproduksi dalam tubuh. Pigmen ini akan menjadi encer saat Anda minum air.

Selain itu, kadar vitamin B yang tinggi dalam tubuh juga bisa menyebabkan air kencing berwarna kuning pekat atau kuning neon.

3. Kuning gelap

Bagaimana saat warna urine terlihat kuning pekat dan gelap seperti madu? Urine yang berwarna kuning pekat dan gelap bisa jadi tanda dehidrasi ringan.

Anda perlu berhati-hati. Sebaiknya, tambah asupan cairan tubuh harian agar warna urine pelan-pelan kembali normal.

4. Oranye

Sebenarnya, warna urine oranye tergolong abnormal dan sudah menjadi gejala dehidrasi. Akan tetapi, warna urine oranye tidak selalu tanda dehidrasi. Bisa saja, warna urine menjadi oranye karena makanan atau obat-obatan tertentu.

Beberapa obat yang bisa mengubah air kencing menjadi warna oranye adalah obat anti peradangan, seperti sulfasalazine, phenazopyridine, beberapa obat pencahar, dan obat kemoterapi tertentu.

Pada beberapa kasus, urine berwarna orange juga bisa menandakan adanya gangguan hati atau saluran empedu. Terutama, jika feses ikut berwarna terang.

Baca Juga

5. Pink dan kemerahan

Penyebab air kencing warna pink hingga kemerahan juga bisa terjadi karena makanan serta obat-obatan.

Beberapa makanan yang dapat menyebabkan warna urine jadi pink atau kemerahan, antara lain buah bit, buah naga, dan beberapa buah berry.

Obat pencahar serta antibiotik untuk tuberkulosis seperti rifampin juga punya efek samping membuat urine berwarna pink kemerahan

Namun, Anda juga perlu waspada jika urine berwarna kemerahan disertai gejala lain, seperti timbulnya nyeri. Ini bisa menjadi tanda munculnya darah karena kondisi kesehatan, seperti:

  • Pembesaran prostat
  • Batu ginjal
  • Tumor di kandung kemih atau ginjal

6. Biru atau kehijauan

Mungkin Anda tak pernah terpikirkan kalau air kencing juga bisa berwarna biru atau kehijauan.

Penyebab yang tidak berbahaya biasanya berasal dari pewarna makanan serta obat. Obat yang bisa membuat urine berwarna biru atau hijau, seperti cimetidine, amitriptilin, prometazin, atau suplemen vitamin B.

Namun, beberapa kondisi kesehatan juga bisa menyebabkan warna air kencing menjadi hijau atau biru, yaitu:

  • Hiperkalsemia ringan
  • Kadar kalsium rendah
  • Kelainan bawaan langka (sindrom popok biru)
  • Infeksi saluran kemih akibat bakteri pseudomonas

7. Cokelat

Ketika warna air kencing berubah menjadi cokelat, tandanya Anda mengalami dehidrasi berat.

Selain itu, warna urine abnormal ini juga bisa disebabkan oleh makanan dan obat. Makanan yang bisa mengubah warna urine menjadi cokelat seperti kacang-kacangan atau lidah buaya.

Sejumlah obat yang menyebabkan warna urine menjadi cokelat gelap adalah obat antimalaria, antibiotik metronidazole dan nitrofurantoin, serta obat pencahar yang mengandung cascara.

Kondisi medis tertentu juga bisa menyebabkan warna urine menjadi cokelat gelap, seperti:

  • Porfiria (penumpukan bahan kimia, sehingga urine berkarat)
  • Penyakit hati dan ginjal
  • Infeksi saluran kemih

8. Keruh

Warna urine keruh bisa menjadi tanda adanya infeksi saluran kemih, gejala penyakit kronis, gangguan pada ginjal, serta gejala dehidrasi lainnya.

Apabila Anda sedang hamil dan mengalaminya, sebaiknya segera periksakan ke dokter karena bisa menjadi tanda kondisi berbahaya, seperti preeklamsia.

Baca Juga

Ciri-ciri urine yang sehat

Mungkin Anda hanya bisa melihat warna atau kondisi urine secara kasat mata. Namun, saat dokter melakukan tes urin (urinalisis), ini akan dijadikan diagnosis awal kondisi kesehatan tertentu.

Berikut adalah beberapa ciri-ciri urine atau air seni yang tergolong sehat:

1. Warna urine

Warna urine yang normal dan sehat bukanlah bening, tetapi kuning pucat hingga kuning tua. Tandanya, Anda telah mencukupi asupan cairan harian.

2. Bau urine

Urine biasanya memiliki bau yang khas. Penyebabnya adalah jumlah serta konsentrasi limbah yang dikeluarkan oleh ginjal serta amonia.

Akan tetapi, bau urine normal biasanya sangat ringan bahkan mungkin Anda tidak bisa mencium baunya sama sekali. Ini karena kandungan air yang tinggi dan sedikit produk limbah.

Jadi, saat kandungan air dalam tubuh tergolong rendah dan produk limbahnya tinggi, kemungkinan urine akan menghasilkan bau amonia yang kuat.

3. Frekuensi buang air kecil

Setiap orang mempunyai frekuensinya masing-masing saat buang air kecil, tergantung dari seberapa banyak asupan cairan serta jenis cairan yang masuk ke dalam tubuh.

Umumnya, rata-rata orang setidaknya mengeluarkan urine sebanyak enam hingga delapan kali dalam jangka waktu 24 jam. Jika terlalu sedikit atau sering disertai dengan gejala lainnya, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter.

Baca Juga

Bagaimana bau urine yang normal?

Penjelasan sebelumnya menyebutkan bahwa urine mempunyai bau alami yang unik karena adanya kandungan ammonia. Jadi, bau urine yang normal adalah tercium amonia ringan atau tidak memiliki bau sama sekali. 

Pada waktu tertentu, mungkin saja Anda merasa bau urine menyengat dari biasanya.

Beberapa menyebutkan bau urine seperti obat saat mereka kurang minum, tapi sebenarnya ini terjadi karena limbah dan amonia lebih tinggi ketimbang air.

Namun, tak perlu khawatir berlebihan karena bisa saja penyebabnya bukan kondisi medis.

Minum kopi, obat, atau makan-makanan menyengat seperti asparagus, petai, jengkol, dan durian juga bisa menyebabkan Anda memiliki bau urine yang sedikit tercium.

Untuk mendapatkan warna urine normal, Anda perlu mencukupi kebutuhan cairan harian. Namun, selain itu, penting juga untuk menjaga gaya hidup sehat secara keseluruhan. 

Apabila Anda memiliki kekhawatiran mengenai warna urine yang Anda miliki, tak ada salahnya berkonsultasi dengan dokter. Apalagi jika sampai muncul gejala-gejala lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *