bocoran admin jarwo
admin jarwo
https://themes.psdcenter.com/slot-gacor/
https://martsavvy.com/
slot dana
slot ovo
Ketahui Prosedur dan Persiapan Donor Darah yang Aman – RS Panti Secanti
Warning: call_user_func_array() expects parameter 1 to be a valid callback, function 'fop_enqueue_conditional_scripts' not found or invalid function name in /home/u7125632/public_html/wp-includes/class-wp-hook.php on line 324

Ketahui Prosedur dan Persiapan Donor Darah yang Aman

“Sebelum mendonorkan darah, petugas medis akan meminta kamu untuk mengisi riwayat medis. Pasalnya, kamu harus terbebas dari infeksi penyakit yang bisa ditularkan melalui darah.”

Ketahui Prosedur dan Persiapan Donor Darah yang Aman

Halodoc, Jakarta – Donor darah adalah prosedur kesehatan sebagai tindakan kemanusiaan yang dapat menyelamatkan nyawa orang lain. Donor darah membutuhkan proses dan metode yang spesifik, seperti pengumpulan, pengujian, pemrosesan, penyimpanan, dan distribusi darah yang terkoordinasi. 

Prosedur dan persiapan donor darah yang aman melibatkan peralatan sekali pakai yang baru dan steril. Oleh karena itu, hal ini dapat menghindari risiko penularan infeksi melalui darah.

Persiapan Donor Darah

Donor darah tidak hanya bermanfaat untuk orang yang membutuhkan darah melainkan juga pendonor. Baca informasinya di artikel 9 Manfaat Donor Darah Secara Rutin untuk Kesehatan

Kebanyakan orang dewasa yang sehat dapat menyumbangkan setengah liter darahnya dengan aman tanpa risiko kesehatan. Dalam beberapa hari setelah donor darah, tubuh akan mengganti cairan yang hilang. Setelah dua minggu, tubuh pun akan menggantikan sel darah merah yang hilang.

Agar memenuhi syarat untuk mendonorkan darah lengkap, plasma, atau trombosit, pendonor perlu melengkapi beberapa syarat mutlak. Seperti sudah berusia minimal 16 atau 17 tahun dengan berat badan minimal 50 kg. Pendonor juga harus memenuhi persyaratan riwayat kesehatan. Perlu diketahui juga, donor darah ada beberapa jenis, baca penjelasannya di Mengenal 4 Jenis Donor Darah yang Perlu Diketahui.

Sebelum donor darah, ada baiknya calon pendonor melakukan beberapa hal berikut:

  • Tidurlah yang cukup di malam hari sebelum berencana untuk mendonorkan darah. 
  • Makan makanan sehat sebelum donasi, hindari makanan berlemak, dan junk food
  • Minum banyak air sebelum proses donor.
  • Jujurlah pada petugas mengenai obat yang sedang atau baru saja kamu minum. Sebab, beberapa obat sangat mungkin menghalangi proses donor darah terjadi. Misalnya, jika kamu adalah pendonor trombosit, kamu tidak boleh minum aspirin selama dua hari sebelum mendonor. 
  • Kenakan kemeja dengan lengan yang bisa digulung.

Sebelum mendonorkan darah, kamu harus mengisi riwayat medis. Ini mencakup pertanyaan tentang perilaku kesehatan. Tujuannya agar pendonor terbukti bebas dari infeksi yang dapat menular melalui darah. Selain itu, hal lain yang perlu dipersiapkan terkait donor darah bisa dibaca di artikel Ketahui Prosedur dan Persiapan Donor Darah yang Aman.

https://youtube.com/watch?v=v-vdsbDd87k%3Ffeature%3Doembed

Kondisi yang Sebabkan Orang Tidak Dapat Mendonorkan Darah

Ada beberapa jenis infeksi yang dapat menular melalui darah sehingga tidak semua orang dapat mendonorkan darah. Berikut hal-hal yang menyebabkan orang tidak dapat mendonorkan darahnya:

  • Siapa pun yang pernah menggunakan obat suntik, steroid, atau zat lainnya dalam tiga bulan terakhir.
  • Memiliki penyakit atau kelainan darah.
  • Mengidap HIV/AIDS.
  • Pekerja seks dan pengguna narkoba. 
  • Siapa pun yang dalam 12 bulan terakhir telah melakukan kontak dekat ataupun melakukan kontak seksual dengan seseorang yang mengidap virus hepatitis.
  • Sedang hamil.
  • Mengonsumsi obat tertentu, seperti antibiotik atau obat kanker.
  • Baru bepergian ke daerah yang sedang mengalami suatu endemik, misalnya demam berdarah atau chikungunya. 

Pemeriksaan Fisik sebelum Donor Darah

Sebelum melakukan donor darah, calon pendonor juga akan menjalani pemeriksaan fisik singkat. Apa sajakah itu?

1. Pemeriksaan fisik umum

Meliputi pemeriksaan tekanan darah, denyut nadi, dan suhu. Pemeriksaan fisik umum ini dilakukan untuk mengetahui apakah kondisi kesehatan cukup fit untuk melakukan donor darah. Orang yang tekanan darahnya rendah tidak direkomendasikan melakukan donor darah.

2. Cek darah

Setelah itu, sampel kecil darah diambil dari tusukan jari dan digunakan untuk memeriksa tingkat hemoglobin.  Jika konsentrasi hemoglobin berada dalam kisaran yang sehat, dan kamu telah memenuhi semua persyaratan pemeriksaan lainnya, maka calon pendonor dapat mendonorkan darahnya. 

3. Skrining penyakit

Pengecekan darah tidak hanya untuk memeriksa tingkat hemoglobin tetapi juga skrining penyakit menular. Ini termasuk infeksi menular seks, riwayat penyakit hepatitis, termasuk juga penyakit paru. 

Prosedur Donor Darah

Saat hendak mendonorkan darah, kamu akan berbaring atau duduk di kursi dengan lengan terentang di sandaran tangan. Manset tekanan darah atau tourniquet akan ditempatkan di sekitar lengan atas. Tujuannya untuk membuat pembuluh darah lebih mudah terlihat dan mudah untuk memasukkan jarum ke dalamnya. Penempatan manset ini juga dapat membantu mengisi kantong darah lebih cepat. 

Petugas akan memasukkan jarum steril baru ke pembuluh darah di lengan. Petugas lalu memasang jarum pada tabung plastik tipis dan kantong darah. Setelah itu, petugas akan meminta kamu mengepalkan tangan beberapa kali untuk membantu aliran darah dari vena. 

Setelah itu, darah dikumpulkan ke dalam tabung untuk pengujian. Kemudian darah dibiarkan memenuhi kantong, kira-kira sekitar setengah liter. Jarum biasanya di tempat sekitar 10 menit.

Jika sudah selesai, petugas akan mencabut jarum dan memasangkan perban kecil di tempat jarum dan petugas akan melilitkan pembalut di lengan. 

Hal yang Dilakukan Usai Donor Darah

Setelah berdonasi, kamu akan duduk di area observasi untuk beristirahat. Setelah donor darah, kamu direkomendasikan untuk:

  • Minum cairan ekstra.
  • Hindari aktivitas fisik yang berat atau angkat berat selama sekitar lima jam.
  • Jika merasa pusing, berbaringlah sampai perasaan itu hilang.
  • Jangan lepaskan perban selama lima jam ke depan.
  • Jika mengalami pendarahan setelah melepas perban, tekan area tersebut dan angkat lengan hingga pendarahan berhenti.
  • Jika terjadi memar, oleskan kompres dingin ke area tersebut secara berkala selama 24 jam pertama.
  • Pertimbangkan untuk menambahkan makanan kaya zat besi ke dalam diet untuk menggantikan zat besi yang hilang setelah donor darah.

Itulah informasi mengenai prosedur dan persiapan donor darah yang perlu kamu ketahui. Informasi lebih lanjut bisa tanyakan langsung pada dokter lewat aplikasi Halodoc. Belum punya aplikasinya? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

https://www.halodoc.com/artikel/ketahui-prosedur-dan-persiapan-donor-darah-yang-aman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *